Haloo loe mereasa maho kgk koawkoawkoaw
Nah Gwa penasran....truss cari2 artikelnya trus ketemu dech...akhirnya dapet....wajib tw nih Sob...
Ada sebuah posting menarik di K*sk*s.com yang
memposting salah satu post blog ini tentang Kisah Cinta Laura dan
Maho. Mereka tidak membahas tentang kisah Cinta Laura dan Maho yang
rumit itu, melainkan mencoba meraba-raba arti kata “Maho”. This is
fascinating karena aku adalah orang yang sangat sering menggunakan kata
“Maho!” (pengucapannya harus seperti kalo kita mau bilang “Shut Up!)
dalam kosa kataku hahaha.
Forum ini kemudian mencoba membahas arti kata Maho, mulai dari MAnusia
HOmo, MAlaysia HOkki, atau MAlingsia HOmo, atau MAnusia begHO. Ga’
jelas siapa yang memulainya, tapi yang pasti semuanya salah tangkap.
Kalau begitu apa sebenarnya arti kata MAHO? Aku akan menjelaskan apa
sebenarnya arti kata ini dari sejarah kata ini mulai digunakan.
Istilah “Maho” dipopulerkan di kampus STT Jakarta mulai tahun
1999-2000, ketika banyak mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara
mulai berbicara bahasa Batak di kantin (sebagian besar bertujuan untuk
melatih bahasa Batak mereka yang tertatih-tatih). Lalu mahasiswa suku
lain yang mendengarnya bisa menangkap kata “Maho” yang sering terucap.
Ketika ditanya, “kalian ngomong apa sih, gw ga ngerti?”, aku menjawab,
“ga ngerti MAHO!”. Anehnya tanpa mengerti apa kata MAHO, dia menjawab,
“Lo tuh yang MAHO!”
Bermula dari salah tanggap ini, akhirnya kata MAHO semakin populer di
kalangan teman-teman nongkrongku. Kemana-mana aku pergi, aku pasti
menggunakan kata MAHO dalam arti yang rancu, tidak jelas, dan dalam
arti yang seluas-luasnya. Bahkan sekarang beberapa teman di Belanda
mulai menggunakan kata MAHO seenaknya. Menurutku, dalam penggunaan kata
ini di tongkronganku, MAHO dapat diartikan sebagai:
1. Hinaan; i.e. dalam kata (1) reseh; contoh: “Lo kok suka ganggu gw
sih, dasar MAHO lo!” (2) Bego. contoh: “MAHO lo, gitu aja ga bisa!” (3)
dalam berbagai bentuk hinaan lainnya karena MAHO kedengaran cocok
untuk menghina orang!
2. Panggilan seseorang; i.e. “Maho, lo mau ke mana?” (ini sering aku gunakan untuk kepentingan pribadi!)
3. Kata ganti sifat sebuah benda yang kelihatan tidak bagus; i.e. “Eh
lihat deh bajunya, MAHO banget ya!” (kira-kira artinya, Eh lihat deh,
bajunya ga banget ya).
Anyways, konteks apapun yang digunakan untuk kata MAHO, umumnya itu
berkonotasi negatif, kecuali ketika digunakan untuk memanggil seseorang
itu bisa menjadi tanda kedekatan (karena umumnya digunakan untuk aku
hahahaha).
Nah, arti sebenarnya dari kata MAHO adalah “….lah kau”. Ini berasal
dari bahasa Batak, dua suku kata: MA berarti imbuhan “lah” setelah kata
kerja, dan HO artinya kamu (kata ganti orang kedua). Jadi penggunaan
aslinya ketika aku menjawab pertanyaan temanku di cerita di atas
artinya “ga ngerti lah kau!” Tapi dia mungkin menangkapnya sebagai “Ga
ngerti bego!” karena bunyi yang dihasilkan oleh kata tersebut. It
doesn’t make any sense at all! Tapi karena bunyi yang dihasilkan kata
ini terdengar cukup menghina di telinga, maka sampai sekarang
penggunaannya masih terbatas dalam konotasi negatif! Selamat praktek
deh MAHO! hahahaha….
Sumber : CYB3R6H0ST™